Kalender Indonesia
klik untuk ganti tanggal

Hari Minggu 24 Mei 2020: Weton, Hijriah, Kalender Jawa

Tanggal 24 Mei 2020 jatuh pada hari Minggu dalam kalender Masehi. Dalam Kalender Jawa, tanggal ini memiliki Weton Akad Kliwon dengan total neptu sebesar 13. Menurut Kalender Hijriah Indonesia Kemenag RI (kriteria MABIMS), tanggal ini bertepatan dengan 1 Syawal 1441 H yang diperingati sebagai Idul Fitri. Tanggal ini merupakan hari libur nasional, yaitu Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah.

Selain sistem kalender utama, halaman ini menyajikan konteks astrologi dan musim tradisional Jawa. Hari ini berzodiak Gemini dan bershio Tikus dengan elemen Logam. Dalam sistem pranata mangsa Jawa, tanggal ini masuk Mangsa Saddha yang berada di musim Mareng (Peralihan ke Kemarau).

Hari Libur

  • Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah — Hari Libur Nasional

Informasi Tanggal

Hari

Minggu

Hari ke

145 / 366

Minggu ke

21

Sisa hari

221

Kalender Hijriah

Tanggal Hijriah

1 Syawal 1441 H

Idul Fitri

Bulan ke

10 · Syawal

29 hari

Tanggal

1 / 29

Periode Masehi

24 Mei - 21 Jun 2020

Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Kemenag RI (kriteria MABIMS) Di luar jangkauan data resmi (Kalender Hijriah Indonesia Kemenag 2024–2027 M). Perhitungan perkiraan, kemungkinan selisih ±1 hari.

Zodiak

Gemini

21 Mei - 20 Juni

Elemen

Udara

Sifat

Berubah

Planet

Merkurius

Shio

Tikus

Shio Tahun 2020

Elemen

Logam

Perhitungan berdasarkan tahun Masehi

Kalender Jawa

Weton

Akad Kliwon

Akad · urip 5 + Kliwon · urip 8 = Neptu 13

Tanggal Jawa

1 Sawal 1953

Tahun Wawu · Windu Sengara

Wuku

Bala

Pancasuda

Bumi Kapetak

Bumi terbelah, perlu hati-hati

Pranata Mangsa (Musim Jawa)

Mangsa ke-12

Saddha

12 Mei - 21 Juni · 41 hari · Mareng (Peralihan ke Kemarau)

Fenomena Alam

Kemarau mulai terasa, daun berubah warna

Panduan Pertanian

Persiapan musim kemarau, menanam palawija

Wewaran (Siklus Hari)

SiklusNamaKeterangan
EkawaraLuangSiklus 1 hari
DwiwaraPepetSiklus 2 hari
TriwaraPasahSiklus 3 hari
CaturwaraJayaSiklus 4 hari
PancawaraKliwonPasaran
SadwaraTunglehParingkelan
SaptawaraAkadHari
AstawaraKalaPadewan
SangawaraNohanPadangon
DasawaraDukaSiklus 10 hari

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa itu Weton dalam Kalender Jawa?

Weton adalah kombinasi antara hari dalam seminggu (saptawara) dengan pasaran dalam siklus lima hari (pancawara). Setiap orang memiliki weton berdasarkan hari kelahirannya, seperti Kamis Pon atau Jumat Kliwon. Weton dipercaya menggambarkan karakter dan nasib seseorang dalam tradisi Jawa.

Bagaimana cara menghitung Neptu?

Neptu adalah jumlah nilai urip (angka khas) dari hari dan pasaran. Setiap hari memiliki urip tersendiri (misalnya Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9) dan setiap pasaran juga (Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4). Neptu diperoleh dengan menjumlahkan urip hari dan urip pasaran. Contoh: Kamis Pon = 8 + 7 = 15.

Apa itu Pancasuda?

Pancasuda adalah sistem ramalan Jawa yang didasarkan pada nilai neptu weton. Ada tujuh kategori Pancasuda seperti Wasesa Segara, Tunggak Semi, Satria Wibawa, dan lainnya, masing-masing memiliki arti dan sifat tersendiri. Pancasuda sering digunakan untuk mengetahui watak, rezeki, dan keberuntungan seseorang.

Apa itu Wuku dan Pawukon?

Wuku adalah siklus tujuh hari dalam sistem Pawukon, kalender tradisional Jawa dan Bali yang terdiri dari 30 wuku dengan total 210 hari. Setiap wuku memiliki nama dan karakteristik tersendiri, mulai dari Wuku Sinta hingga Wuku Watugunung. Pawukon digunakan untuk menentukan hari baik dalam berbagai upacara adat.

Apa itu Pranata Mangsa?

Pranata Mangsa adalah sistem kalender musim tradisional Jawa yang membagi tahun menjadi 12 mangsa (musim) berdasarkan pengamatan matahari dan siklus pertanian. Setiap mangsa memiliki durasi berbeda dan dikaitkan dengan fenomena alam serta panduan bercocok tanam, seperti Mangsa Kasa (kemarau) dan Mangsa Kapitu (puncak musim hujan).

Bagaimana Shio dihitung dalam aplikasi ini?

Shio dalam aplikasi ini dihitung berdasarkan tahun Masehi dengan rumus sederhana, belum disesuaikan dengan Tahun Baru Imlek yang jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari. Pendekatan ini umum digunakan di kalender Indonesia. Untuk tanggal yang jatuh sebelum Tahun Baru Imlek, secara teknis Shio sebenarnya masih mengikuti tahun sebelumnya.

Apa perbedaan Zodiak dan Shio?

Zodiak adalah sistem astrologi Barat yang membagi tahun menjadi 12 rasi bintang berdasarkan tanggal lahir (seperti Aries, Taurus, Gemini). Sementara Shio adalah sistem zodiak Tionghoa yang membagi 12 tahun dalam satu siklus dengan hewan sebagai simbolnya (seperti Tikus, Kerbau, Macan). Zodiak berubah setiap bulan, sedangkan Shio berubah setiap tahun.

Apa beda Kalender Hijriah Kemenag dan KHGT Muhammadiyah?

Secara bawaan aplikasi ini memakai Kalender Hijriah Indonesia dari Kementerian Agama RI, yang dihitung dengan kriteria MABIMS (tinggi hilal minimal 3° dan elongasi minimal 6,4°) dan menjadi acuan penetapan hari libur nasional. Datanya diambil dari Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam tahun 2024 hingga 2027. Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) disusun oleh Muhammadiyah dengan metode hisab dan kriteria global yang berlaku sama untuk seluruh dunia; data resminya mencakup 1447 hingga 1497 Hijriah (sekitar Juni 2025 hingga Desember 2074 Masehi). Tanggal kedua kalender ini kadang berbeda satu hari, dan Anda bisa memilih salah satunya lewat tombol Kemenag/KHGT. Untuk Ramadan, Syawal, dan Zulhijah, keputusan akhir pemerintah ditetapkan melalui sidang isbat. Di luar jangkauan data resmi, aplikasi memakai proyeksi rata-rata bulan sinodis (29,53 hari) yang mungkin selisih 1 hari.