Tahun Baru Hijriah 1 Muharram: Sejarah dan Tradisi Penyambutannya di Indonesia

· Tim Kalenderku
Tahun Baru Hijriah 1 Muharram: Sejarah dan Tradisi Penyambutannya di Indonesia

Pernah penasaran kenapa Tahun Baru Islam beda sama Tahun Baru biasa?

Setiap akhir Desember, kita biasa heboh nyiapin Tahun Baru Masehi. Tapi ada Tahun Baru lain yang nggak kalah penting buat umat Muslim, namanya Tahun Baru Hijriah atau 1 Muharram. Beda dari Tahun Baru Masehi yang tanggalnya tetap, Tahun Baru Hijriah selalu maju sekitar 10-11 hari setiap tahunnya. Tahun ini jatuh di tanggal yang berbeda dari tahun lalu, dan begitu seterusnya.

Yang bikin Tahun Baru Hijriah istimewa, ini bukan cuma soal pergantian angka tahun. Tanggal ini menyimpan kisah perjuangan besar yang jadi pondasi peradaban Islam selama 14 abad lebih.

Asal usul Kalender Hijriah

Kalender Hijriah baru ditetapkan sekitar 17 tahun setelah peristiwa hijrah terjadi. Jadi awalnya, kaum Muslim belum punya sistem penanggalan resmi sendiri. Penetapannya terjadi pada zaman Khalifah Umar bin Khattab sekitar tahun 638 Masehi atau 17 Hijriah.

Ceritanya, ada surat dari Gubernur Bashrah, Abu Musa al-Asy'ari, yang mengeluh karena surat-surat dari pusat pemerintahan nggak ada tanggalnya. Susah dipisahin mana yang lama, mana yang baru. Khalifah Umar pun ngumpulin para sahabat buat musyawarah.

Beberapa usulan muncul saat itu:

  • Mulai dari kelahiran Nabi Muhammad
  • Mulai dari turunnya wahyu pertama
  • Mulai dari wafatnya Nabi
  • Mulai dari peristiwa hijrah

Akhirnya yang dipilih adalah peristiwa hijrah, yaitu perpindahan Nabi Muhammad dan para sahabat dari Mekkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Alasannya, peristiwa hijrah dianggap sebagai titik balik paling penting dalam sejarah Islam, momen di mana komunitas Muslim mulai membangun masyarakat baru secara terbuka.

Kenapa bulan Muharram jadi bulan pertama?

Padahal hijrah Nabi sebetulnya terjadi di bulan Rabiul Awwal, bukan Muharram. Tapi kenapa Muharram dipilih sebagai bulan pertama? Karena bulan Muharram udah lama dianggap sakral oleh masyarakat Arab pra-Islam, salah satu dari empat bulan haram (Muharram, Rajab, Dzulqaidah, Dzulhijjah) di mana perang dilarang.

Selain itu, secara tradisi musim haji selesai di bulan Dzulhijjah. Jadi Muharram dianggap awal yang pas untuk memulai siklus tahun baru, mirip kayak Januari yang muncul setelah perayaan akhir tahun Masehi. Penjelasan lebih lengkap soal beda sistem penanggalan ini bisa dibaca di artikel Kalender Hijriah vs Masehi.

Cara kerja Kalender Hijriah

Kalender Hijriah berbasis lunar alias mengikuti peredaran bulan, bukan matahari. Satu tahun terdiri dari 12 bulan, tapi totalnya cuma sekitar 354 atau 355 hari, lebih pendek 10-11 hari dari Kalender Masehi yang punya 365 hari.

Inilah kenapa hari-hari besar Islam kayak Idul Fitri, Idul Adha, dan Tahun Baru Hijriah selalu maju setiap tahun di kalender Masehi. Untuk lihat tanggal pastinya tahun ini, Kalender 2026 udah lengkap menampilkan tanggal-tanggal penting Hijriah.

Aspek Hijriah Masehi
Basis Bulan (lunar) Matahari (solar)
Hari per tahun 354-355 365-366
Awal hari Maghrib Tengah malam
Tahun pertama 622 M (Hijrah Nabi) Kelahiran Yesus

Peristiwa hijrah yang melatarbelakangi

Pada tahun 622 Masehi, tekanan terhadap kaum Muslim di Mekkah udah sampai puncaknya. Penyiksaan, boikot ekonomi, sampai rencana pembunuhan terhadap Nabi Muhammad bikin situasi nggak memungkinkan lagi buat dakwah secara aman.

Atas wahyu, Nabi memerintahkan kaum Muslim hijrah ke Yatsrib (yang nantinya berubah nama jadi Madinah al-Munawwarah). Hijrah dilakukan bertahap, dan Nabi Muhammad sendiri berangkat terakhir bersama Abu Bakar.

Perjalanan dari Mekkah ke Madinah sekitar 400 kilometer lewat padang pasir, ditempuh sambil menghindari pengejaran kaum Quraisy. Mereka sempat sembunyi di Gua Tsur selama 3 hari sebelum melanjutkan perjalanan. Kisah laba-laba dan burung dara yang menutupi mulut gua jadi salah satu bagian paling terkenal dari peristiwa ini.

Nabi tiba di Madinah dan disambut dengan sukacita. Di sinilah masyarakat Muslim mulai dibangun secara sistematis, dengan masjid sebagai pusat, perjanjian dengan kaum Yahudi setempat, dan pondasi pemerintahan Islam pertama.

Tradisi penyambutan 1 Muharram di Indonesia

Indonesia punya tradisi unik dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, terutama di Jawa. Yang menarik, tradisi-tradisi ini banyak yang berakulturasi sama budaya lokal.

Tradisi Jawa: Malam 1 Suro

Di Jawa, 1 Muharram dikenal sebagai Malam 1 Suro. Suro sendiri adalah penyebutan Jawa untuk bulan Muharram. Malam ini dianggap sakral, banyak ritual yang dilakukan kayak kirab pusaka di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, tapa bisu (diam membisu sambil berjalan), dan ziarah ke makam leluhur. Lebih lengkap soal pantangan dan tradisi di bulan ini, bisa cek artikel Bulan Suro: Tradisi dan Pantangan.

Pawai obor dan tabligh akbar

Di banyak daerah, masyarakat menggelar pawai obor keliling kampung sambil bertakbir dan bersholawat. Suasananya khusyuk tapi meriah. Banyak masjid juga ngadain tabligh akbar atau pengajian khusus menyambut tahun baru.

Bubur Suro

Di Jawa, ada hidangan khas namanya bubur suro. Bubur putih ini biasanya disajikan bareng tujuh macam lauk dan dibagikan ke tetangga. Maknanya soal rasa syukur dan harapan rezeki di tahun baru.

Santunan anak yatim

Tanggal 10 Muharram atau yang dikenal sebagai Asyura punya tradisi khusus berupa santunan anak yatim. Banyak yang nyebut hari ini sebagai "Lebaran Anak Yatim".

Makna spiritual Tahun Baru Hijriah

Berbeda dari Tahun Baru Masehi yang dirayakan dengan pesta dan kembang api, Tahun Baru Hijriah lebih bernuansa refleksi dan muhasabah alias introspeksi diri. Banyak ulama menganjurkan beberapa hal di awal tahun:

  • Doa awal tahun yang dibaca selepas Maghrib di malam 1 Muharram
  • Puasa sunnah, terutama di tanggal 9 dan 10 Muharram (Tasu'a dan Asyura)
  • Memperbanyak sedekah
  • Merencanakan perbaikan diri di tahun baru

Konsep "hijrah" sendiri kini sering dimaknai lebih luas, bukan cuma pindah tempat secara fisik. Hijrah dari kebiasaan buruk ke kebiasaan baik, dari pergaulan negatif ke pergaulan positif, dari pikiran sempit ke pikiran terbuka.

Tahun Baru Hijriah di kalender nasional

Tahun Baru Islam termasuk salah satu hari libur nasional di Indonesia. Tanggalnya berbeda setiap tahun karena perbedaan sistem penanggalan. Cek daftar hari libur nasional 2026 buat tahu pasti kapan tanggal merahnya tahun ini.

Buat yang suka ngerencanain libur jauh-jauh hari, kombinasi Tahun Baru Hijriah sama akhir pekan kadang bisa jadi long weekend yang lumayan. Strateginya bisa diintip di panduan long weekend 2026.

Tahun Baru Hijriah bukan cuma soal ganti angka tahun. Ini momen buat napak tilas perjalanan luar biasa para pendahulu, sekaligus jadi titik berangkat baru buat versi diri kita yang lebih baik. Selamat tahun baru, semoga hijrahnya sukses.