Idul Adha: Sejarah Hari Raya Kurban dan Tradisi Khasnya di Indonesia

· Tim Kalenderku
Idul Adha: Sejarah Hari Raya Kurban dan Tradisi Khasnya di Indonesia

Idul Adha bukan cuma soal potong kambing

Setiap tahun, sekitar dua bulan setelah Idul Fitri, umat Muslim merayakan Idul Adha atau yang sering disebut Hari Raya Kurban. Di Indonesia, biasanya pasar kambing rame seminggu sebelumnya, masjid-masjid sibuk siapin panitia, dan banyak keluarga bagi-bagi daging ke tetangga. Tapi di balik semua hiruk-pikuk itu, ada kisah ribuan tahun yang jadi inti dari perayaan ini.

Tanggal Idul Adha jatuh tiap 10 Dzulhijjah di kalender Hijriah. Karena pakai sistem lunar, tanggal Masehinya bergeser sekitar 11 hari lebih awal setiap tahun. Itulah kenapa Idul Adha bisa jatuh di bulan apa saja kalau dilihat di Kalender 2026.

Kisah Nabi Ibrahim, asal muasal Idul Adha

Cerita Idul Adha berakar pada kisah Nabi Ibrahim alaihissalam dan putranya Nabi Ismail. Kisah ini juga dikenal di tradisi Yahudi dan Kristen, meski dengan beberapa perbedaan detail. Versi yang dipegang umat Islam kurang lebih begini.

Nabi Ibrahim sudah lama mendambakan anak, dan akhirnya dikaruniai Ismail di usia tua. Saat Ismail udah cukup dewasa untuk berlari bareng ayahnya, Nabi Ibrahim mendapat mimpi yang sama berulang kali: dia diperintahkan menyembelih anaknya sendiri. Mimpi itu dia anggap sebagai perintah dari Allah.

Yang luar biasa, ketika Nabi Ibrahim menyampaikan ke Ismail, anaknya justru tenang dan menjawab agar ayahnya laksanakan perintah itu. Saat Nabi Ibrahim sudah siap, datanglah pengganti dari langit berupa seekor domba besar. Inilah yang jadi dasar perintah berkurban dalam Islam.

Kenapa harus 10 Dzulhijjah?

Tanggal 10 Dzulhijjah dipilih karena waktu itu yang diperkirakan jadi momen ujian Nabi Ibrahim selesai. Bulan Dzulhijjah sendiri adalah bulan ke-12 sekaligus bulan terakhir dalam kalender Hijriah. Buat yang penasaran soal beda kalender Hijriah dengan Masehi, ada penjelasan lengkapnya di kalender Hijriah vs Masehi.

Selain Idul Adha, bulan Dzulhijjah juga punya beberapa hari penting lain:

Tanggal Peristiwa
1-9 Dzulhijjah Hari-hari yang dianjurkan puasa, terutama tanggal 8 (Tarwiyah) dan 9 (Arafah)
9 Dzulhijjah Wukuf di Arafah, puncak ibadah haji
10 Dzulhijjah Hari Raya Idul Adha
11-13 Dzulhijjah Hari Tasyrik, masih boleh menyembelih kurban

Hari Arafah tanggal 9 itu istimewa. Saat para jemaah haji wukuf di Padang Arafah, umat Muslim di seluruh dunia dianjurkan puasa. Pahalanya disebut bisa menghapus dosa setahun sebelumnya dan setahun setelahnya.

Hubungan Idul Adha dengan ibadah haji

Idul Adha selalu beriringan dengan musim haji. Ini bukan kebetulan. Setelah jutaan jemaah haji dari seluruh dunia wukuf di Arafah pada tanggal 9, keesokan harinya mereka melaksanakan beberapa ritual termasuk melempar jumrah dan menyembelih hewan kurban di Mina.

Jadi sebenernya kurban itu ibadah utama buat yang lagi haji. Sementara buat umat Muslim yang nggak naik haji, kurban di kampung halaman jadi bentuk solidaritas dan ungkapan syukur. Hewan yang diperbolehkan untuk kurban antara lain:

  • Kambing atau domba: untuk satu orang
  • Sapi atau kerbau: bisa untuk tujuh orang
  • Unta: bisa untuk tujuh orang

Daging kurban dibagi tiga: sepertiga untuk yang berkurban, sepertiga untuk kerabat, sepertiga untuk fakir miskin. Pembagian ini yang bikin Idul Adha jadi momen redistribusi protein di banyak komunitas.

Tradisi Idul Adha unik di Indonesia

Indonesia punya banyak tradisi khas yang nggak ada di negara lain. Beberapa yang menarik:

Apitan di Jawa Tengah

Di beberapa daerah Jawa Tengah, ada tradisi Apitan atau Sedekah Bumi yang digelar berdekatan dengan Idul Adha. Warga ngumpul, masak hasil bumi, lalu makan bareng setelah shalat Id.

Manten Sapi di Pasuruan

Di Pasuruan, Jawa Timur, sapi-sapi yang akan dikurbankan dirias kayak pengantin. Pakai bunga, kain warna-warni, sampai dikalungin bunga melati. Tradisi ini penghormatan ke hewan yang akan jadi kurban.

Meugang di Aceh

Sehari sebelum Idul Adha, masyarakat Aceh punya tradisi Meugang, yaitu memasak daging dalam jumlah banyak untuk keluarga besar. Sama kayak tradisi Meugang menjelang Idul Fitri dan bulan Ramadan.

Mepe Kasur di Banyuwangi

Di Banyuwangi, ada tradisi unik Mepe Kasur alias jemur kasur sebelum Idul Adha. Maknanya simbol pembersihan diri menyambut hari raya, sambil percaya bisa nangkal penyakit.

Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Keraton Yogyakarta dan Surakarta ngadain Grebeg Besar dengan ngarak gunungan berisi hasil bumi. Setelah didoakan di Masjid Agung, gunungan diperebutkan warga karena dipercaya bawa berkah.

Idul Adha di kalender modern Indonesia

Idul Adha selalu jadi tanggal merah resmi dan masuk daftar hari libur nasional 2026. Karena ngikutin penanggalan Hijriah, tanggalnya bergeser tiap tahun. Pemerintah biasanya nentuin tanggal pasti lewat sidang isbat menjelang hari H.

Buat yang pengen ngitung berapa hari lagi sampai Idul Adha tahun depan, Kalkulator Tanggal bisa bantu. Atau kalau pengen tahu jarak antara Idul Fitri dan Idul Adha tahun ini (yang biasanya sekitar 70 hari), tinggal masukin tanggalnya.

Perbedaan Idul Adha dan Idul Fitri

Banyak yang masih ketuker antara dua hari raya ini. Padahal beda banget:

Aspek Idul Fitri Idul Adha
Tanggal 1 Syawal 10 Dzulhijjah
Latar belakang Akhir puasa Ramadan Kisah kurban Nabi Ibrahim
Suasana Mudik, silaturahmi keluarga Penyembelihan kurban, bagi-bagi daging
Durasi resmi 1-2 hari libur 1 hari libur
Ibadah pendamping Zakat fitrah Kurban, ibadah haji

Kalau Idul Fitri lebih banyak ke suasana keluarga dan minta maaf, Idul Adha lebih banyak ke nuansa sosial dan pengorbanan. Buat lebih dalam soal Idul Fitri, kamu bisa baca Idul Fitri: Sejarah dan Tradisi Lebaran.

Makna kurban di zaman sekarang

Buat sebagian orang, ngebayangin nyembelih hewan emang nggak gampang dicerna. Tapi makna kurban sebenernya jauh lebih dalam dari sekadar potong-potongan daging.

  • Mengikis ego: berani melepas sesuatu yang bernilai untuk tujuan yang lebih besar
  • Solidaritas sosial: protein hewani jadi makanan mahal bagi banyak keluarga, dan momen kurban jadi salah satu cara distribusi
  • Mengingat kisah ketaatan: kalau Nabi Ibrahim bisa siap nyerahin anaknya, ngorbanin hewan ternak harusnya jauh lebih ringan
  • Tradisi gotong royong: panitia kurban, juru sembelih, sampai pembagian daging biasanya ngelibatin banyak orang

Idul Adha jadi pengingat bahwa hidup itu bukan cuma ngumpulin, tapi juga melepaskan. Setiap 10 Dzulhijjah, jutaan keluarga di seluruh dunia mengulang kembali kisah pengorbanan ribuan tahun lalu, dan masing-masing diingatkan kalau ada hal-hal yang lebih besar dari kepentingan pribadi.