Cap Go Meh: Sejarah, Makna, dan Tradisi Penutup Imlek di Indonesia

· Tim Kalenderku
Cap Go Meh: Sejarah, Makna, dan Tradisi Penutup Imlek di Indonesia

Imlek belum bener-bener kelar sebelum Cap Go Meh

Buat yang nggak akrab sama tradisi Tionghoa, Imlek itu sering dianggap selesai dalam sehari. Padahal sebenernya, perayaan Tahun Baru Imlek itu berlangsung 15 hari penuh. Hari ke-15 inilah yang disebut Cap Go Meh, dan dianggap sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian perayaan.

Nama "Cap Go Meh" sendiri berasal dari dialek Hokkien. Cap artinya sepuluh, go artinya lima, dan meh artinya malam. Jadi secara harfiah, Cap Go Meh berarti "malam ke-15". Di Tiongkok daratan, perayaan ini lebih dikenal sebagai Yuan Xiao Jie atau Festival Lampion.

Asal usul Cap Go Meh

Sejarah Cap Go Meh berakar lebih dari 2.000 tahun lalu, bahkan ada yang bilang sampai zaman Dinasti Han Barat sekitar 200 SM. Ada beberapa versi cerita, dan yang paling populer kira-kira begini.

Versi Kaisar Han Wendi

Salah satu cerita yang sering disebut, Kaisar Han Wendi menetapkan tanggal 15 bulan pertama kalender lunar sebagai hari peringatan setelah berhasil menumpas pemberontakan keluarga Lu. Sejak itu, tiap malam ke-15 bulan pertama, kaisar keluar istana dan ngerayain bareng rakyat.

Versi Buddha dan lampu pelita

Versi lain mengaitkan Cap Go Meh dengan tradisi Buddhis. Pada Dinasti Han Timur, Kaisar Ming yang taat Buddha memerintahkan agar pelita dinyalakan di istana dan kuil pada malam ke-15 sebagai penghormatan kepada Buddha. Tradisi ini kemudian menyebar ke masyarakat, dan akhirnya jadi Festival Lampion.

Versi pertanian

Ada juga versi yang ngaitin Cap Go Meh dengan musim tanam. Bulan pertama kalender lunar adalah momen ketika musim semi dimulai, dan masyarakat agraris ngerayain kembalinya kehidupan setelah musim dingin yang panjang. Lampion-lampion yang dinyalakan jadi simbol cahaya yang ngusir kegelapan.

Tanggal Cap Go Meh di kalender modern

Karena ngikutin kalender lunisolar Tionghoa, tanggal Cap Go Meh bergeser tiap tahun di kalender Masehi. Biasanya jatuh di bulan Februari atau awal Maret. Buat yang pengen lebih paham soal cara kerja kalender Tionghoa, ada penjelasannya di artikel Tahun Baru Imlek dan kalender Tionghoa.

Cara gampang ngitung Cap Go Meh: tinggal tambahkan 14 hari ke tanggal Imlek. Misalnya kalau Imlek jatuh tanggal 17 Februari, Cap Go Meh-nya jatuh tanggal 3 Maret. Buat ngecek selisih hari antara tanggal-tanggal lain, kamu bisa pakai Kalkulator Tanggal.

Tradisi Cap Go Meh di Indonesia

Indonesia punya komunitas Tionghoa yang udah ratusan tahun jadi bagian masyarakat. Karena itu, perayaan Cap Go Meh di sini punya nuansa khas yang nggak ada di Tiongkok daratan. Beberapa daerah jadi pusat perayaan paling meriah:

Singkawang, ibu kota Cap Go Meh Indonesia

Singkawang di Kalimantan Barat dijuluki sebagai kota Cap Go Meh paling meriah di Indonesia. Tradisi paling khas adalah pawai Tatung, yaitu orang-orang yang dipercaya kemasukan roh leluhur dan kebal terhadap senjata tajam. Pemandangan Tatung naik tandu sambil pegang pedang yang diayunkan ke tubuhnya jadi tontonan ribuan turis tiap tahun.

Bogor dan parade jalanan

Bogor punya Bogor Street Fest atau Festival Cap Go Meh Bogor yang udah dikenal di mata internasional. Pawai melibatkan barongsai, liong (naga), gotong toapekong (mengarak patung dewa), dan kesenian lokal Sunda kayak rampak gendang. Acara ini biasanya disambut warga dari berbagai latar belakang, jadi simbol akulturasi yang kuat.

Pontianak, Glodok, Surabaya

Di Pontianak, Glodok Jakarta, Surabaya, Semarang, dan Medan, kelenteng-kelenteng utama biasanya ngadain ritual khas dan parade. Festival lampion menerangi jalan-jalan utama. Lampion yang digantung biasanya merah-emas, dan kalau dilihat dari atas bikin suasana kota berubah total.

Simbol-simbol penting Cap Go Meh

Cap Go Meh penuh sama simbol yang punya makna spesifik. Ini beberapa yang paling sering muncul:

Simbol Makna
Lampion merah Cahaya yang ngusir nasib buruk
Lampion bulat Reuni dan keutuhan keluarga
Onde-onde / tangyuan Persatuan keluarga (bentuknya bulat)
Lontong Cap Go Meh Akulturasi, harapan rezeki yang panjang
Barongsai Pengusir roh jahat
Liong (naga) Kekuatan dan keberuntungan

Lontong Cap Go Meh, hidangan khas Indonesia

Salah satu hal paling menarik dari perayaan Cap Go Meh di Indonesia adalah munculnya Lontong Cap Go Meh. Hidangan ini nggak ada di Tiongkok dan emang murni hasil akulturasi.

Bayangin: lontong (Jawa) disajikan dengan opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, telur pindang, koya, sampai abon. Komposisinya khas Indonesia banget. Tapi orang Tionghoa-Indonesia ngangkat ini jadi hidangan resmi Cap Go Meh.

Filosofinya menarik. Lontong yang dibungkus daun pisang dianggap simbol panjang umur, telur simbol keberuntungan, koya yang manis simbol harapan rezeki yang melimpah. Banyak keluarga peranakan yang ngerayain Cap Go Meh tanpa lontong dianggap belum komplit.

Hubungan Cap Go Meh dengan Imlek

Imlek dan Cap Go Meh kayak dua sisi koin. Imlek itu pembukaan, Cap Go Meh penutupan. Selama 15 hari di antaranya, ada banyak ritual yang berbeda-beda:

  • Hari 1: Hari utama Imlek, kunjungan ke keluarga inti
  • Hari 2: Anak perempuan yang udah menikah pulang ke rumah orang tua
  • Hari 5: Sembahyang ke Dewa Rezeki (Cai Shen)
  • Hari 9: Hari ulang tahun Dewa Tertinggi (penting bagi orang Hokkien)
  • Hari 15: Cap Go Meh, festival lampion

Selama 15 hari ini, banyak keluarga Tionghoa-Indonesia juga buka rumahnya buat tamu, bagi-bagi angpao, dan ziarah ke makam leluhur. Imlek dan Cap Go Meh masuk daftar hari libur nasional 2026, tapi cuma hari pertama Imlek yang resmi tanggal merah.

Cap Go Meh sebagai simbol akulturasi

Yang bikin Cap Go Meh istimewa di Indonesia adalah perannya sebagai simbol akulturasi. Acara ini dibuka buat semua warga, nggak peduli latar belakang etnis atau agama. Di Bogor, Singkawang, dan Surabaya, kamu bakal lihat orang Sunda, Jawa, Dayak, sampai turis asing ikut numpet di kerumunan.

Selama puluhan tahun di era Orde Baru, perayaan Imlek dan Cap Go Meh sempat dilarang ditampilkan secara terbuka. Baru di era Gus Dur tahun 2000, larangan itu dicabut. Setelah itu, perayaan Cap Go Meh berkembang pesat dan jadi salah satu festival budaya paling beragam di Indonesia.

Buat yang pengen tahu jadwal Imlek dan Cap Go Meh tahun ini di Kalender 2026, tinggal cek tanggal Imlek lalu hitung 14 hari setelahnya. Atau pakai Kalkulator Tanggal buat ngitung mundur dari tanggal lain.

Refleksi di balik lampion

Cap Go Meh ngajarin satu hal yang relevan banget di zaman serba cepat ini: perayaan yang baik butuh waktu. Bukan sehari beres, tapi 15 hari dengan ritual yang berbeda-beda. Hari pertama buat keluarga inti, hari-hari berikutnya buat kerabat jauh, akhirnya ditutup dengan festival besar yang bikin satu kota meriah bareng.

Di tengah kebiasaan ngerayain apapun secara instan, Cap Go Meh ngingetin kita kalau ada nilai dalam menunda kegembiraan dan ngebagiin perayaan jadi banyak gelombang. Setiap hari punya makna sendiri, dan akhirnya semua orang dapet bagian.