Kalender 23 Juni 1907 Lengkap dengan Tanggal Merah
Tanggal 23 Juni 1907 jatuh pada hari Minggu dalam kalender Masehi. Dalam Kalender Jawa, tanggal ini memiliki Weton Akad Legi dengan total neptu sebesar 10. Menurut perhitungan Kalender Hijriah KHGT Muhammadiyah, tanggal ini bertepatan dengan 13 Jumadilawal 1325 H.
Selain sistem kalender utama, halaman ini menyajikan konteks astrologi dan musim tradisional Jawa. Hari ini berzodiak Cancer dan bershio Kambing dengan elemen Api. Dalam sistem pranata mangsa Jawa, tanggal ini masuk Mangsa Kasa yang berada di musim Katiga (Kemarau).
Hari Libur
Tidak ada hari libur nasional atau cuti bersama pada tanggal ini.
Informasi Tanggal
Hari
Minggu
Hari ke
174 / 365
Minggu ke
25
Sisa hari
191
Kalender Hijriah
Tanggal Hijriah
13 Jumadilawal 1325 H
Bulan ke
5 · Jumadilawal
30 hari
Tanggal
13 / 30
Periode Masehi
11 Jun - 10 Jul 1907
Zodiak
Cancer
21 Juni - 22 Juli
Elemen
Air
Sifat
Kardinal
Planet
Bulan
Shio
Kambing
Shio Tahun 1907
Elemen
Api
Kalender Jawa
Weton
Akad Legi
Tanggal Jawa
13 Jumadilawal 1837
Tahun Jimawal · Windu Adi
Wuku
Langkir
Pancasuda
Sumur Sinaba
Seperti sumur tertutup batu, perlu usaha
Pranata Mangsa (Musim Jawa)
Mangsa ke-1
Kasa
Fenomena Alam
Daun berguguran, tanah kering dan retak
Panduan Pertanian
Membersihkan lahan, membakar jerami sisa panen
Wewaran (Siklus Hari)
| Siklus | Nama | Keterangan |
|---|---|---|
| Ekawara | — | Siklus 1 hari |
| Dwiwara | Menga | Siklus 2 hari |
| Triwara | Pasah | Siklus 3 hari |
| Caturwara | Jaya | Siklus 4 hari |
| Pancawara | Legi | Pasaran |
| Sadwara | Tungleh | Paringkelan |
| Saptawara | Akad | Hari |
| Astawara | Guru | Padewan |
| Sangawara | Dangu | Padangon |
| Dasawara | Pandita | Siklus 10 hari |
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa itu Weton dalam Kalender Jawa?
Weton adalah kombinasi antara hari dalam seminggu (saptawara) dengan pasaran dalam siklus lima hari (pancawara). Setiap orang memiliki weton berdasarkan hari kelahirannya, seperti Kamis Pon atau Jumat Kliwon. Weton dipercaya menggambarkan karakter dan nasib seseorang dalam tradisi Jawa.
Bagaimana cara menghitung Neptu?
Neptu adalah jumlah nilai urip (angka khas) dari hari dan pasaran. Setiap hari memiliki urip tersendiri (misalnya Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, Sabtu 9) dan setiap pasaran juga (Kliwon 8, Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4). Neptu diperoleh dengan menjumlahkan urip hari dan urip pasaran. Contoh: Kamis Pon = 8 + 7 = 15.
Apa itu Pancasuda?
Pancasuda adalah sistem ramalan Jawa yang didasarkan pada nilai neptu weton. Ada tujuh kategori Pancasuda seperti Wasesa Segara, Tunggak Semi, Satria Wibawa, dan lainnya, masing-masing memiliki arti dan sifat tersendiri. Pancasuda sering digunakan untuk mengetahui watak, rezeki, dan keberuntungan seseorang.
Apa itu Wuku dan Pawukon?
Wuku adalah siklus tujuh hari dalam sistem Pawukon, kalender tradisional Jawa dan Bali yang terdiri dari 30 wuku dengan total 210 hari. Setiap wuku memiliki nama dan karakteristik tersendiri, mulai dari Wuku Sinta hingga Wuku Watugunung. Pawukon digunakan untuk menentukan hari baik dalam berbagai upacara adat.
Apa itu Pranata Mangsa?
Pranata Mangsa adalah sistem kalender musim tradisional Jawa yang membagi tahun menjadi 12 mangsa (musim) berdasarkan pengamatan matahari dan siklus pertanian. Setiap mangsa memiliki durasi berbeda dan dikaitkan dengan fenomena alam serta panduan bercocok tanam, seperti Mangsa Kasa (kemarau) dan Mangsa Kapitu (puncak musim hujan).
Bagaimana Shio dihitung dalam aplikasi ini?
Shio dalam aplikasi ini dihitung berdasarkan tahun Masehi dengan rumus sederhana, belum disesuaikan dengan Tahun Baru Imlek yang jatuh antara 21 Januari hingga 20 Februari. Pendekatan ini umum digunakan di kalender Indonesia. Untuk tanggal yang jatuh sebelum Tahun Baru Imlek, secara teknis Shio sebenarnya masih mengikuti tahun sebelumnya.
Apa perbedaan Zodiak dan Shio?
Zodiak adalah sistem astrologi Barat yang membagi tahun menjadi 12 rasi bintang berdasarkan tanggal lahir (seperti Aries, Taurus, Gemini). Sementara Shio adalah sistem zodiak Tionghoa yang membagi 12 tahun dalam satu siklus dengan hewan sebagai simbolnya (seperti Tikus, Kerbau, Macan). Zodiak berubah setiap bulan, sedangkan Shio berubah setiap tahun.
Apa itu Kalender Hijriah KHGT Muhammadiyah?
Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah kalender Hijriah yang disusun oleh Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki kontemporer dengan kriteria global yang berlaku sama untuk seluruh dunia. Hasil KHGT bisa berbeda satu hari dengan kalender Hijriah pemerintah yang memakai kriteria MABIMS berbasis rukyat. Data resmi KHGT pada aplikasi ini mencakup 1447 hingga 1497 Hijriah (sekitar Juni 2025 hingga Desember 2074 Masehi), bersumber dari khgt.muhammadiyah.or.id. Untuk tanggal di luar jangkauan tersebut, aplikasi menggunakan proyeksi berdasarkan rata-rata bulan sinodis (29,53 hari) yang mungkin selisih 1 hari dari hasil hisab resmi.